Taktik Zidane Atas Bangkitya Real Madrid


BUKUSKORID.COM - Zinedine Zidane melakukannya lagi, dia menuntun Real Madrid pulang ke zenit performanya. Madrid yg kini   jauh lebih kuat berdasarkan bulan-bulan sebelumnya.

Menukil Marca, fenomena ini sama misalnya tahun 2016 kemudian. Kala itu, Zidane menerima tim Madrid yang sedang kesulitan dan berhasil mengubahnya jadi tim tangguh.

Kali ini, Zidane butuh bisnis lebih keras dalam hal biaya  transfer jika dibandingkan menggunakan era pertamanya pada Santiago Bernabeu tiga tahun kemudian. Namun, hasilnya tak terbantahkan.

Zidane telah menunjukan bahwa beliau lebih berdasarkan sekadar pelatih.

Baca Juga : Chelsea Dengan Man City Beda Kualitas, Begini Kata Frank Lampard

Bukan Cuma Taktik


Zidane mungkin tidak mempunyai kecerdasan strategi luar biasa, akan tetapi kemampuan komunikasi dan kesamaan membuat keputusan berani sudah sebagai instrumen utama menurut evolusi Madrid sejauh ini. Zidane begitu penting,  hanya pada lapangan.

Pada era pertama Zidane beberapa tahun kemudian, kecerdikannya memainkan Casemiro terbukti sebagai galat satu faktor krusial yg menuntun Los Blancos meraih tiga gelar Liga Chamions beruntun.
Kini, tahun 2019, pemain seperti Fede Valverde & Rodrygo telah menghidupkan tim.

Keputusan Zidane menurunkan Valverde daripada Luka Modric dan Toni Kroos dalam beberapa pertandingan terbukti tepat. Gelandang muda Uruguay ini tampil tangguh, sanggup mengisi beberapa posisi.

Zidane pun nir menuruti seruan buat memainkan Isco, Vinicius, James Rodriguez, dan Gareth Bale secara reguler. Dia memilih Rodrygo, yg sekarang jadi idola baru Santiago Bernabeu.

Kecerdasan Zidane


Itulah keindahan proses Zidane melatih. Dia tidak memandang pemain menurut status, porto transfer, reputasi, honor , & sebagainya. Zidane hanya memandang pemain berdasarkan kecocokan mereka dalam  strategi pertandingan.

Tak hanya itu, barisan bek Los Blancos kian kuat beberapa bulan terakhir. Sergio Ramos dkk. Hanya 10 kali kebobolan menurut 13 pertandingan pada La Liga. Thibaut Courtois bangkit, bisa jadi pemain inti.

Di lini depan, terdapat calon megabintang Madrid yang mulai menyatu. Ya, Eden Hazard terlihat mampu menjalin kombinasi apik menggunakan Karim Benzema. Perlahan akan tetapi pasti, Madrid mulai melupakan Cristiano Ronaldo.

Harmoni Skuad


Yang tersisa bagi Zidane sekarang adalah tantangan menemukan cara buat memaksimalkan donasi pemain-pemain lainnya, bukan nama-nama akbar.

Jika Zidane sanggup mempertahankan harmoni pada skuad Madrid yg kini  , sepertinya tidak ada yang bisa menghalangi timnya mengulangi kesuksesan era pertamanya kemudian.

Belum ada Komentar untuk "Taktik Zidane Atas Bangkitya Real Madrid"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel