Ibracadabra Telah Mengubah Wajah dan Mentalitas AC Milan


BUKUSKORID.COM - Zlatan Ibrahimovic pada usianya yg kini  , 38, wajib  diakui tak sanggup selalu mencetak gol untuk AC Milan. Namun, kehadirannya selalu terasa. Keberadaannya itu saja telah menjadi berkah bagi Milan. Ibracadabra sanggup mengganti wajah dan mentalitas timnya.

Ibrahimovic, yg pernah mencetak 56 gol pada 85 penampilan buat Milan antara 2010 & 2012, balik  ke San Siro dalam Desember 2019 kemarin. Bomber veteran Swedia itu dikontrak hingga akhir musim 2019/20, menggunakan opsi perpanjangan satu musim.

Ibraimovic melakoni debut keduanya buat Milan waktu Rossoneri menjamu Sampdoria pada Serie A dalam 6 Januari 2020. Ibrahimovic baru dimainkan pada pertengahan babak ke 2, menggantikan Krzysztof Piatek. Laga itu berkesudahan imbang 0-0.

Di laga berikutnya, tandang ke markas Cagliari 5 hari berselang, Ibrahimovic mencetak gol pertamanya semenjak pulang ke Milan. Berduet menggunakan Rafael Leao dalam skema 4-4-dua instruktur Stefano Pioli, mereka masing-masing menyumbang satu gol dan membawa Milan menang dua-0.

Ibrahimovic pun mencetak gol pada empat dasa warsa tidak sinkron (1990-an, 2000-an, 2010-an, 2020-an).

Ibrahimovic kemudian dicadangkan waktu Milan menggulung SPAL 3-0 pada babak 16 besar  Coppa Italia. Setelah itu, Milan menang dramatis 3-2 menjamu Udinese pada Serie A meski Ibrahimovic tak mencetak gol. Di laga itu,dia menjadi pemain tercepat yang meraih 150 kemenangan pada Serie A pada era 3 poin.

Tiga kemenangan beruntun diraih Milan pada semua kompetisi buat pertama kalinya ekspresi dominan ini. Milan pun terus memperbaiki posisi pada klasemen, dan kini   berada pada posisi 8. Itu keliru satunya berkat Ibrahimovic. Itu pun tak selalu berkat gol-golnya. Itu lebih berkat keberadaannya pada skuad Milan.

Keberadaannya Sangat Penting

Ketika melawan Udinese di San Siro akhir pekan kemarin, Minggu (19/1/2020), Milan menang dramatis tiga-2. Ante Rebic mencetak 2 gol, & Theo Hernandez menyumbang satu. Ibrahimovic tak masuk papan skor, tapi keberadaannya sangat terasa.

Milan ekspresi dominan ini masih tak jauh beda menggunakan beberapa animo sebelumnya. Di awal isu terkini, bersama pelatih baru Marco Giampaolo, Milan tak memperlihatkan permainan istimewa. Eks pelatih Sampdoria itu dipecat setelah hanya tujuh pertandingan (M3 S0 K4).

Stefano Pioli diangkat menjadi penggantinya. Awalnya tak mulus, akan tetapi belakangan ini Milan pada tangan Pioli mulai memperlihatkan peningkatan signifikan.

Peningkatan performa itu terlihat jelas sesudah Milan mendatangkan balik  Ibrahimovic. Sejak ada Ibra, Pioli meninggalkan sistem permainan 4-tiga-3 dan 'back to basic' menggunakan 4-4-2.

Beberapa langganan starter yang tampil mengecewakan belakangan ini digusur ke bangku cadangan. Suso adalah contoh utamanya. Sektor kanan diberikan kepada Samu Castillejo, sedangkan Franck Kessie digeser buat berduet menggunakan Ismael Bennacer di tengah. Dengan Leao yg belia & Ibrahimovic yg berpengalaman pada depan, dan Theo Hernandez yg eksplosif dan menjadi bek kiri terbaik di Serie A isu terkini ini, permainan Milan jadi lebih rapi dan lebih bergerak maju.

Tak kalah penting, Milan kini   pulang memiliki semangat tarung yg hebat. Mentalitas mereka berubah, berdasarkan medioker menjadi tim yang benar-benar tidak mau kalah. Udinese sudah membuktikannya, ketika dibobol winning goal Rebic pada mnt 90+tiga.

Saat bergabung balik  menggunakan Milan, Ibrahimovic menyampaikan bahwa dia ingin membantu Milan bangkit. Ucapannya itu terbukti. Walau telah tidak bisa selalu mencetak gol misalnya di masa mudanya, keberadaannya saja telah menjadi berkah bagi Rossoneri.

Piatek pun Bisa Mencetak Gol Lagi

Musim lalu, yang merupakan animo perdananya pada Italia, Piatek tampil mengesankan. Performa tajam bersama Genoa membawanya ke Milan sesudah hanya separuh animo.

Di Milan, bomber 24 tahun Polandia itu balik  tampil tajam. Tetapi, itu berubah pada ekspresi dominan keduanya.

Hingga pekan ke-15 demam isu ini, Piatek cuma mencetak empat gol buat Milan pada Serie A. Tiga pada antaranya bahkan tercipta menurut titik putih.

Piatek akhirnya pulang mencetak gol, waktu melibas SPAL pada Coppa Italia. Itu pun tercipta menurut open play, bukan penalti lagi.

Salah seseorang ahli sepak bola Italia, Michele Plastino, mengatakan pada Radio Sportiva: "Suso & [Ricardo] Rodriguez menurut saya bakal meninggalkan klub. Ibra? Keberadaannya sangat terasa."

"Saya rasa Piatek bisa mulai mencetak gol lagi bila bermain dengan Ibra..."

Datang di Saat yang Tepat

Sebelum laga melawan Udinese akhir pekan kemarin, Pioli mengungkapkan betapa pentingnya keberadaan Ibrahimovic bagi Milan. Menurut Pioli, dia ibarat 'manna berdasarkan nirwana'. Dia misalnya karunia yg diberikan kepada Milan pada saat mereka paling membutuhkannya.

Kehadiran Ibrahimovic memberikan energi & nyawa baru bagi Rossoneri.

"Ibrahimovic menunjukan bahwa beliau bukan sekadar maskot atau nama. Dia merupakan manna menurut nirwana," istilah Pioli, seperti dikutip Football Italia. "Dia merupakan seseorang yang bahkan tak mau kalah pada sesi latihan rutin, apalagi pada pertandingan."

"Dia membawa determinasi dan kualitas yang hebat dalam di yg beliau lakukan, & itu menular ke rekan-rekannya. Ibra telah menaikkan level seluruh orang pada skuad, karena beliau marah jika melihat ada yang tidak menaruh kemampuan terbaiknya."

Ibrahimovic menerima keliru satu julukannya - Ibracadabra - berkat permainan yg ajaib dan mengundang kekaguman. Dahulu, beliau membantu Milan menggunakan gol-gol & permainan magisnya. Sekarang, dia mungkin tidak bisa lagi melakukannya setiap pekan. Tetapi, keberadaannya saja telah sangat penting bagi Milan.

Berkat keberadaannya itu, Milan kini   memiliki paras, mentalitas, tenaga, dan nyawa baru.

Milan waktu ini masih berjarak sepuluh poin dari empat besar . Tetapi, optimisme buat menembus papan atas sudah kembali memancar. Bagi Milan yang sekarang, itu tampaknya bukan virtual semu belaka.

Belum ada Komentar untuk "Ibracadabra Telah Mengubah Wajah dan Mentalitas AC Milan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel