Saga Paul Pogba: Ketika Kesempatan dan Uang Berbicara


BUKUSKORID.COM - Paul Pogba masih menyandang status pemain Manchester United. Dia memang sudah menepi berbulan-bulan lantaran cedera panjang, tapi bukan berarti Pogba telah melepas busana  Setan Merah.

Situasi gelandang Prancis ini memang aneh. Pogba selalu dikritik, bahkan saat tidak bermain misalnya beberapa bulan terakhir. Ole Gunnar Solskjaer sampai bosan menjawab pertanyaan soal Pogba terus-menerus.

Rumor kepergian Pogba jua nir pernah surut. Ada Juventus dan Real Madrid yg terus mengamati situasi, siap mencomot Pogba begitu MU menerangkan celah.

Agen, Pemain, Pelatih

Dewasa ini, Mino Raiola selaku agen Pogba ikut memperkeruh situasi. Dia konfiden Pogba bukanlah properti MU & Solskjaer yang bisa dimonopoli semena-mena.

Raiola menginginkan yang terbaik buat Pogba, meski itu berarti meninggalkan Setan Merah. Mungkin ada maksud tersembunyi pada pulang suara-bunyi Raiola, yg mengincar banyak uang.

Situasi Pogba ini diamati oleh legenda MU, Jaap Stam. Menurutnya, terdapat terlalu poly suara yg terlibat dalam saga masa depan Pogba.

"Yang menciptakan sulit adalah karena agen selalu menekan klub demi membantu pemain mereka, tapi pemain selalu ingin bermain buat diri mereka sendiri. Khususnya saat Anda merupakan pemain top & pelatih Anda mengatakan bahwa Anda nir akan bermain," istilah lStam pada 888sport via Metro.

Ingin Pergi

Intinya, setiap pihak mementingkan hasrat mereka sendiri-sendiri. Raiola ingin uang, yang ditutupi menggunakan niat menolong Pogba. Pogba ingin mendapatkan kesempatan bermain & kesempatan meraih trofi.

Lalu ada Solskjaer yg ingin pemain terbaiknya segera pulih. Belum lagi ditambah dengan kepentingan MU menjadi klub.

"apabila demikian, Anda jelas ingin pergi dan bermain untuk klub lain. Lalu, saat Anda adalah pemain top seperti Pogba, akan selalu terdapat tim-tim yang ingin mendatangkan Anda," sambung Stam.

"Itu menciptakan situasinya jadi lebih sulit bagi instruktur yg wajib  menjaga pemainnya tetap damai dan bahagia, dan dihargai."

Rayuan Uang

Uang pula sebagai salah  satu faktor krusial pada kisah Pogba. Hanya klub-klub besar  misalnya Real Madrid dan Juventus yg bisa mendatangkan Pogba menggunakan harga mahal. Pogba dikabarkan bernilai lebih kurang 150 juta poundsterling.

"Itulah yang sebenarnya terjadi hari ini, menggunakan banyaknya uang pada global sepak bola. Dengan uang sebesar itu, setiap pemain ingin dipercaya menjadi yang terbaik," imbuh Stam.

"Tetapi, seharusnya mereka mau melihat gambaran yang lebih akbar & menilai apa yg ingin dilakukan klub serta bagaimana gaya bermainnya," tandasnya.

Belum ada Komentar untuk "Saga Paul Pogba: Ketika Kesempatan dan Uang Berbicara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel